Friday, 27 April 2018

Cerita Gay 2018: Guru dan Anak SMA

Dika adalah cowok yang popular di sekolahnya dan sangat digilai teman-teman wanita sekolahnya walau pun Ia baru duduk di kelas 1 SMU. Hal ini sangat dimaklumi karna Dika memiliki Wajah yang Tampan berbentuk oval, serta rambut lurusnya lebatnya ditata ala justin bieber saat baru terkenal yang semakin menambah kesan imut pada anak itu di usianya yang baru menginjak usia 15 tahun. Dika memiliki hoby berenang yang membuatnya kini tergabung dalam klub renang di sekolahnya dan bisa dipastikan tubuh rampingnya dengan tinggi 170 cm tampak seksi dengan dada bidang nan ketat serta otot perut sixpacknya. Dengan bentuk fisik yang rupawan Dika dengan bebas bergonta-ganti wanita yang ia jadikan pacarnya.
Dika memiliki kebiasaan mojok seusai jam pelajaran bersama pacarnya, Tasya di halaman belakang sekolah. Memang halaman belakang sekolah hanya berupa lahan kosong dan gudang tempat penyimpanan barang-barang sekolah yang sudah tidak terpakai lagi, seperti bangku-bangku, dll serta sebagian lagi lahan yang belum digarap oleh pihak sekolah. Tempatnya agak terpojok dan tertutup banyak alang-alang yang tumbuh liar disekitarnya, menjadikan tempat ini sebagai favorit para siswa disekolahnya untuk bolos pada saat jam pelajaran atau sekedar menghisap beberapa putung rokok.
Nasib sial tampaknya menghampiri Dika pada hari itu, ketika Ia sedang asyik melumat bibir pacarnya sambil tangannya juga menggerayangi payudara pacarnya dengan penuh nafsu. Tiba-tiba Ia dikejutkan dengan suara hardikan laki-laki dewasa.
“HEY……! APA-APAAN INI…………!” hardik pemilik suara itu. 
Dika dan pacarnya tercengang melihat sosok yang menghardiknya barusan ternyata adalah guru BP yang bernama pak Hector. “PLAAK………..PLAKK….” bunyi tamparan tangan pak Hector kemudian mendarat di pipi mulus Dika. Sementara Pak Hector menyuruh pacarnya segera pulang dan datang bersama orang tuanya besok menemui Pak Hector di kantornya. Dika merasa aneh dan bertanya-tanya dalam benaknya “kenapa Tasya disuruh pulang, sementara dirinya ditahan oleh Pak Hector”
“KAMU HARUS DIHUKUM…! KARENA UDAH BERBUAT MESUM DI DALAM SEKOLAH…..!!!” Bentak Pak Hektor Sambil menjambak rambut Dika dan membawanya Memasuki gudang. Pak Hector memiliki tubuh yang besar sehingga dengan gampang Ia dapat menarik tubuh ramping Dika. Dika tambah kebingungan karena Pak Hector menyeretnya ke dalam gudang, bukan membawanya ke ruangan BP. Pak Hektor mendorong tubuh Dika masuk kedalam gudang, rasa takut dan bingung melingkupi perasaan Dika.
“KAMU..AKAN DIKELUARKAN DARI SEKOLAH…………..!!!” ucap pak Hectro dengan tegas kepada Dika.
“Tapi..pakk, saya Mohon pak…jangan keluarin saya dari sekolah pak….” Dika memohon sambil ketakutan.
“Saya janji gak akan ngelakuin lagi..pak…” ucap Dika menambahkan”
“BAPAK GAK PERCAYA…JANJI KAMU…!!”
“tapi…saya mohon pakk…..saya akan ngelakuin apa saja, supaya gak dikeluarin dari sekolah”
“OK, KALO BEGITU…KALAU KAMU MAU MELAKUKAN APA SAJA DEMI TIDAK DIKELUARKAN DARI SEKOLAH..! SYARATNYA…! KAMU HARUS MAU MUASIN NAFSU BAPAK DENGAN TUBUH KAMU ”
“Apa..pakk….tapi..pakkkk….” ucap Dika kaget dengan pernyataan Pak hector
Belum sempat Dika menyelesaikan kalimatnya, pak Hector sudah mendekatinya dan dengan kasar tangan Pak Hector mulai mencopoti kancing baju seragam sekolahnya satu-persatu, kaos singlet, serta celana panjang abu-abunya. Kini Dika hanya mengenakan celana dalam ketat berwarna hitam saja. Pak Hector sempat menelan ludah dan ekspresi wajah seperti serigala kelaparan memandangi tubuh pemuda 15 tahun yang ada dihadapannya dalam keadaan hampir telanjang dengan penuh nafsu. “tubuh kamu memang bagus Dika, bapak suka sama kamu” ucap Pak Hector dengan penuh nafsu. Dika merasa risih dengan perkataan Pak Hector barusan dan kini terlintas dibenaknya bahwa Pak Hector adalah seorang pemerkosa Homoseksual yang sebentar lagi akan menikmati tubuh mudanya.
“pak…jangann pakk…..saya mau pulang pak..” ucap Dika penuh ketakutan
“sstttss….enak aja, bapak kan udah lama pengen nikmatin tubuh kamu, selama ini bapak hanya bisa memandangi tubuh seksi kamu saat kamu sedang mengikuti ekskul renang” ucap Pak Hector dengan senyum licik dan penuh nafsu. Tangan pak Hector kini mulai menggerayangi tubuh ramping Dika, mulai dari dada bidangnya yang ketat, kemudian kedua puting mungil Dika yang berwarna pink ditarik serta dipilin dengan kasar. Pak Hector seperti meresapi setiap jamahan tangannya ke tiap bagian tubuh brondong muda dihadapannya yang tak berdaya itu. Dika hanya bisa pasrah menerima keadaan bahwa tubuh muda sedang digerayangi oleh seorang Homo Tua yang tak lain adalah gurunya sendiri. Selain itu keadaan telah memaksanya untuk tidak bisa berbuat apa-apa, rasa takut dikeluarkan dari sekolah menjadikan Dika dengan Terpaksa akan merelakan tubuhnya sebagai pemuas nafsu Guru bejatnya itu.
Pak Hector kini telah memeluk tubuh Dika sambil bibirnya melumat bibir Dika dengan penuh nafsu serta tangannya mulai masuk ke balik celana dalam Dika untuk meremas-remas penis belia milik Dika. Dika merasakan penisnya sedang dikocok dan ditarik secara perlahan oleh tangan kasar pak Hector sedangkan bibirnya sedang dilumat habis oleh Pak Hector. Lama Kelamaan perbuatan cabul yang sedang pak Hector lakukan pada tubuhnya, seperti membangkitkan birahi dalam darah mudanya. Dika Merasakan keanehan tubuhnya yang merespon setiap perlakuan cabul pak Hector yang memberikan rasa nikmat. Bahkan birahi yang perlahan mulai muncul ini sepertinya Ia rasakan lebih dahsyat dibanding ketika Ia sedang berbuat mesum dengan pacar wanitanya.
“mmmpphh…..mmmphhh…..mmmphhh” Dika mulai merintih secara tidak sadar serta penis mudanya mulai mengeras tegak, Dika mengakui didalam hatinya remasan dan kocokan tangan kasar pak hector memberikan efek yang luar biasa terhadap rangsangan seksnya walaupun sebenarnya Dika adalah lelaki normal. Pak hector nampaknya mulai mengetahui titik rangsang seksual pada pemuda belia yang sedang dicabulinya ini, yaitu terletak pada penis dan kedua putingnya, sehingga sambil mengocok penis Dika secara cepat, tangan pak Hector juga tak lupa untuk membetot kedua puting Dika secara bergantian dengan kasar. Menahan siksaan birahi yang mulai menderanya Dika memundurkan tubuhnya dan bersandar pada sudut tepi meja usang nan berdebu dengan kedua tangannya berpegang erat pada tepi meja. Dika seolah sudah pasrah terhadap tubuh remajanya untuk dijamah dengan tangan kasar Pak hector.
“mmmpphh….ohhh…mmmpphhh….ohhh..jangann pakkk….mmmphhh sayaaa akhh…takuut..” Dika merintih dan merancu sambil menahan rasa nikmat dengan tubuh rampingnya sedikit menggeliat. Nampaknya penolakan hanya datang dari perkataan Dika saja, tapi pada kenyataannya Dia tidak melawan percabulan atas dirinya dan malahan kedua tangannya hanya berpegang saja pada tepi meja. Pak Hector semakin semangat meneruskan aksinya, rupanya Ia menikmati pemandangan ekspresi wajah tampan dan imut Dika yang meringis-ringis didera siksaan birahi yang diberikannya.
“mmmphhh….amppuunn..pakkk..akhh………..mmpphhh” rintih Dika lagi sambil tubuhnya menggeliat dengan manja serta wajahnya terus memandangi pak Hector yang tanpa ampun sedang menyiksa penis dan puting susunya. Nafsu pun nampaknya mulai menguasai Dika 100% Precum mulai bertetesan dari ujung kepala penisnya yang memerah dan bersunat itu. Bahkan Dika memohon supaya pak Hector untuk membuka celana dalam yang Ia kenakan agar tangan pak Hector lebih leluasa mengocok penis mudanya. “mmphhh…pakkk…lepaas ajaa CD sayaa…pakkk…mphhhhh…” rintih Dika yang telah dikendalikan nafsu. Pak Hector sempat terkejut mendengar permintaan Dika, Ia tak menyangka bisa secepat itu Dika dikuasai birahi dan menikmati pencabulan homoseksual pada dirinya. Pak Hector pun menuruti kemauan Dika. Dengan sekejap Tubuh Dika kini sudah benar-benar telanjang didalam gudang sekolahnya itu dengan penis yang mengacung tegak.
“Bapak akan kasih kamu kenikmatan yang lebih..” ucap pak Hector, sambil mendorong tubuh Dika ke Matras yang sudah usang dan sedikit berdebu di dalam gudang pengap itu. Tubuh Dika kini terlentang dengan pasrah di atas matras sekolah dan telah siap untuk menantikan proses pencabulan selanjutnya oleh Pak hector, tubuhnya mengkilap dibanjiri peluh karena udara pengap di dalam gudang . Pak hector memandangi tubuh ramping Dika yang tergeletak pasrah di matras dalam posisi terlentang dan siap Ia garap. Pak Hektor membuka seluruh pakaian safari yang Ia kenakan, kini tubuh kekar yang mulai dimakan usia dengan penis besarnya terpampang dihadapan Dika. Dika sedikit terkejut melihat penis besar pak Hektor yang telah tegang sempurna yang siap menghunus lubang anusnya yang masih perjaka. Namun Dika mulai tidak memperdulikan lagi bahwa Ia adalah seorang cowok remaja normal yang memiliki pacar wanita. Birahi benar-benar telah menguasai tubuh mudanya. Bukanya takut dan khawatir ketika melihat pak hector dalam keadaan telanjang, Ia malah penasaran menantikan apa yang akan pak Hector lakukan selanjutnya bahkan karena nafsunya ia mulai mengeluarkan kata-kata binal.
“pak…cpetann..pak..hukumm Dika..lagii…pakkk….Dika udah siap pakk…” ucapnya manja dengan ekspresi wajah penuh nafsu sambil tangannya mengurut-urut penisnya sendiri secara perlahan.
Mendengar kata-kata binal Dika pak Hektor makin bernafsu. Ia langsung menerkam tubuh Dika dengan menindihnya. Dengan kasar Pak hector melumat habis bibir merah Dika. Lelaki Tua berumur 60 tahu itu benar-benar dibakar birahi. Puas melumati bibir Dika, Pak Hektor semakin liar, mulutnya menjilati dan mengecupi leher Dika, kemudian mulut bergerilya turun ke dada bidang nan ketat milik Dika, tak lupa Ia menghisap, menjilat dan menggigit puting mungil Dika dengan buas yang semakin membuat Dika merancu nikmat. “Ohhhh….mmmmppphhh…..mmmhhhhh….pakkk….sshhhhh….akkkhhh terusss pakk,,tubuh Dika milikk bapakk…mmmphhh.” perkataan yang keluar dari mulut Dika semakin Binal. Dalam Diri Dika tampaknya mulai menerima dan menikmati hubungan seks yang tidak lazim ini, dimana dirinya sebagai brondong sedang di cabuli oleh lelaki tua dalam hubungan homoseks. Hal ini semakin menambah liar fantasi Dika. Puas menjilati seluruh bagian tubuh Dika, kini mulut pak Hector asik mengulum dengan manja penis milik anak lelaki 15 tahun itu yang belum di tumbuhi bulu sehelai pun . Penis belia milik Dika diameternya tidak besar, sesuai dengan diameter penis anak seusianya, namun panjang penis Dika yang mencapai pusarnya lebih dari anak rata-rata seusianya, penis ramping nan panjangnya Nampak begitu seksi. Dika merasakan sensasi yang luar biasa ketika mulut Pak hector menguasai penisnya dan dikocok olek mulut pak Hector. Walaupun sering mesum dengan pacarnya namun Dika belum pernah merasakan penisnya di oral senikmat ini, karena selama ini perbuatan mesum yang Ia lakukan dengan pacarnya hanya sebatas sampai ciuman bibir dan menyentuh payudara pacar wanitanya. 
“oohhhh……..mmmpphhhh…teruuss pakk..lakukan sesuka bapakk…mmphhh…hkum saya teruss pakk” rancunya, dibarengi tubuhnya yang menegang dan menggelinjang tak karuan.
Pak hector memang pandai dalam menyikasa Dika dalam api birahi, ketika sedang mengulum penis belia milik Dika, Ia tak lupa pula dengan kedua tangannya untuk menyiksa kedua puting pejantan muda itu.
“ohh….pakkkk….sayaa gakk tahaannn lagii.akkhh..akhh sayaa…kluaarr..pakkkk………….” lenguhan panjang Dika dibarengi dengan muncratan sperma yang dahyat sampai 8 kali di dalam mulut Pak hector. Pak hector pun tidak menyia-nyiakan semprotan sperma Dika yang masih segar itu, Ia menelannya dengan rakus sampai habis.
Puas membuat Dika Orgasme untuk pertama kalinya dalam hubungan homoseksual, pak Hektor kini bersiap-siap untuk mendapat kenikmatan selanjutnya dari tubuh siswa lelakinya ini dengan anal seks. Namun Pak hector sedikit heran melihat penis Dika yang masih berdiri tegak walau sebelumnya telah orgasme hebat dan menyemburkan sperma yang cukup banyak. Namun Pak Hector menyadari bahwa Dika adalah atlet renang di sekolah, jadi wajar kalau Ia memilik stamina yang baik termasuk dalam urusan seks.
Pak Hector memandang wajah Dika yang Nampak masih diliputi nafsu birahi. “bapak mau keluarin disini…” ucap pak hector sambil menyentuh lembut lubang anus Dika yang berwarna merah muda. “terserah…pak Hector…tubuh Dika milik Bapak” ucap Dika manja sambil beranjak bangun dari posisi terlentang. Keduanya kemudian berciuman dengan tubuh berhimpitan dalam posisi berlutut diatas matras, sangat erotis. Tampak kontras kedua tubuh sesama jenis yang bergumul dalam birahi ini. Dika tampaknya mulai melupakan kalau dirinya adalah remaja lelaki normal, keinginannya sekarang hanya untuk terus dicabuli dalam nafsu sejenis oleh Pak Hector.
“Saya budak homo bapak skrang….”ucap Dika setelah pagutan bibir mereka berdua selesai
“bapak memang sudah nafsu sama kamu sejak lama, wajah dan tubuh kamu seksi, nafsuin banget” timpal pak Hector sambil kembali mengelus-elus penis Dika yang masih tegak keras.
Dika akhirnya disuruh mengambil posisi merangkak diatas matras oleh pak Hector. Dengan Pasrah Dika pun mengikutinya. Api birahi masih menyala didalam kedua anak manusia beda usia ini. Pak Hector memandangi sejenak tubuh Dika yang sedang dalam posisi menungging/doggy style. Tubuh ramping Dika tampak semakin seksi dengan pantat putih mungilnya bila dipandang dalam posisi seperti ini. Pantatnya yang putih bersih dan lubang anusnya yang kemerahan makin menggugah nafsu birahi Pak Hector untuk segera menjamahnya. “pakk…ayo..cpett…saya gak sabar pakk.di.homoin lagi sama bapak……” rengek Dika manja dan binal karena letupan api birahi dalam diri anak lelaki 15 tahun itu. Pak hector yang tersadar dengan rengekkan Dika langsung membelah anus Dika dengan tangannya dan mengambil posisi jongkok lalu mulutnya mulai menjilati lubang anus Dika yang bersih dan kemerahan itu sebagai penetrasi awal dan untuk memudahkan penisnya membobol lubang anus Dika yang masih perjaka.
“akkhhhh…..mmmphhhhh…teruuss pakkk….mmmphhhhh…enakk..pakk…mmphhh.”rintih Dika ketika lidah pak hector mulai menyapu bagian luar lubang anusnya serta tangan pak hector yang mengocok perlahan penis mudanya yang makin memberikan rasa nikmat dalam dirinya. Selama pak Hektor menjilati lubang anus dan mengocok manja penis mudanya, Dika hanya Bisa merintih keenakan sambil kedua tangannya menggenggam erat kain matras untuk menahan rasa nikmat yang diberikan, matanya hanya terpejam meresapi cambukan birahi dalam darah mudanya yang terus diperah oleh gurunya sendiri, rintihan dan rancuan binal juga terus keluar dari bibir tipisnya, wajah tampannya juga terus meringis-ringis keenakan.
“mmpphhh..ohh..enakk pakk…homoin saya teruss…pakkk….saya pasrahhh…nikmatin teruuss tubuh muda syaa.pakk…mmmphhhh…..”rintih Dika.
Pak hector menyudahi penetrasi mulutnya terhadap anus Dika. Pak hector kemudian bangkit dan berlutut dibelakang tubuh anak lelaki ranum itu yang masih dalam posisi merangkak/doggy style. Tampak lubang anus Dika yang berwarna merah muda telah basah dengan air liur pak Hector yang nantinya akan menjadi pelumas alami saat penis pak hector membobol anus Dika. Pak Hector menggesek-gesekan penis hitamnya yang telah tegang sempurna sambil kedua tangannya meremas-remas dada dan puting Dika dari belakang. “akhhhh……mmphhhh…pakkk….enak pakk…sayaa…sukaa pakk….putingg..syaa ditarik dan diremasss tangann kasarr bapakk…akhh…mmphhh..mmphh” rancuan dan rintihan Dika yang tidak bisa membohongi dirinya bahwa Ia sangat menikmati permainan homoseks yang diberikan oleh guru BPnya. 2 jari Pak Hector mulai mengobok-ngobok anus perjaka Dika. Rasa sakit sedikit muncul dari 2 jari tangan pak Hector didalam anusnya. 
“sshhhss…akhhh…sakiitt ..pakkk…”
“tahan ..Dik, nanti juga enak “ ucap pak Hector menenangkan
“shhss..akhh..ia pak terussinn pakk…akhh..pelan..pelann..shhhss..akhh” 
Pak hector merasakan bahwa anus perjaka murid lelakinya itu telah siap untuk dimasuki penisnya, Ia kemudian menarik 2 jarinya dari dalam lubang anus seksi milik Dika. Dengan perlahan Pak hector mengarahkan Penisnya yang lumayan besar kearah anus Dika. Pak Hector melakukannya sangat hati-hati, Ia Sadar bahwa ini merupakan pertama kalinya bagi Dika dalam melakukan anal seks dengan lubang anusnya yang masih perjaka..
“AKHHHH…..shhhhh…..mmmphhh” Dika menjerit keras ketika kepala penis pak Hector mulai memasuki lubang anusnya.
“shhsshh…tahan Dik …nanti juga enak.shhhs” ucap pak hector sambil mendesis nikmat merasakan kepala penisnya di jepit oleh liang anus perjaka milik Dika. Sambil memasukan penis kedalam lubang anus sempit Dika, tangan pak hector juga tak lupa membelai penis dan meremas dada Dika agar rasa sakit tusukan penisnya bisa sedikit teralihkan oleh Dika.
“AKKHHHHHHH…………ampuunn pakkk,,,sshhhhhh” Dika kembali berteriak saat batang penis pak Hector amblas separuh didalam anus perjakanya. Tubuh Dika mengejang dan menegang menahan rasa sakit saat lubang anusnya disodok untuk pertama kalinya. Wajah imutnya tak henti-hentinya menahan sakit bercampur nikmat yang Ia rasakan. Penis mudanya yang menegang tak henti-hentinya dikocok oleh tangan pak Hector guna mengalihkan rasa sakit pada anusnya. Setelah Dika agak sedikit tenang, Pak Hector kembali melanjutkan penetrasinya. Dengan sedikit hentakan penis pak hector telah amblas sepenuhnya didalam lubang anus murid lelakinya itu.
“AHHHKKKKKK……..sakiittttttttttttttt….ampuunn pakkk …sshhhh“ Dika kembali mendesis dan berteriak merasakan sakit pada lubang anusnya yang sedang diperawani sampai air matanya menetes.
“yaudah...bapakk cabutt yaa Dik….”
“sshhhh……janggaan pakkk….ssshhs…terussinnn aj…tapi kocok trzz kontol Dika pakkk….sshhhh” ucap Dika yang melarang pak Hector untuk mencabut penisnya. Nampaknya Darah mudanya telah memunculkan rasa penasaran akan rasa nikmat anal seks yang dikatakan pak Hector sebelumnya. Pak hector pun makin semangat dengan perkataan Dika barusan, seolah perkataan tersebut memberi sinyal hijau baginya untuk terus menganal tubuh remaja yang sedang Ia cabuli itu.
Pak Hector mulai memaju-mundurkan penisnya secara perlahan. Tubuh ramping Dika pun mengikuti irama gerakan pinggul pak Hector dalam mengocok penisnya pada anus Dika.
“akhhh….shhhhh….akhhhhh….sshhh….akhhhhh” rintihan Dika yang mulai teratur menandakan bahwa rasa sakit yang Ia rasakan mulai sirna secara perlahan.
“shhss kamu..suka kontol bapakk…sshhhh…shhhh” tanya pak hector nakal sambil menaikan genjotan penisnya dalam tempo sedang sambil tangannya terus meremas dan mengocok manja penis Dika yang terus meneteskan precum.
“akkhhh…..sshhhh…akhhh…Iyaa..pakkk Dikaa..sukaa..kontol pakk hector…akhhh” rintihan Dika mulai diiringi kata-kata binal yang mulai keluar dari bibir tipisnya yang menandakan rasa sakit telah berganti dengan rasa nikmat yang Ia rasakan.
Pak hector mengetahui bahwa rasa sakit yang Dika rasakan tadi telah sirna dan rasa nikmat mulai menghampiri tubuhnya. Maka pak Hector langsung meningkatkan tempo rojokan penisnya pada anus belia milik Dika. Tubuh ramping Dika menegang dan bergerak seirama sodokan penis pak Hector pada anusnya. Rancuan dan kata-kata binal dan rancuan mulai keluar dari kedua bibir anak manusia yang sedang memacu birahi sesama jenis ini secara berbalasan.
“akhhhh…akkkhhh….akhhh….teruss..pakkk …enakkk pakk…akhh”
“argghh….tubuh kamuu seksi banget Dik…argghh..bapakk sukaa,,,arggg”
“akhh,,iyaa…pakk…hukumm Dikaa..teruss kayaakk…ginii pakk..akhh..akhh…”
“argghh…kamuu budaak bapaakk sekaranggg…arrgghhh…”
“akhh…Ia..pakk..Dika relaa jadii..budakk homoo…bapakkk..kontoll..dan pantaatt…Dikaa milk bapakkk…akhhh…akhhh..akhhh”
“arggh…bapakk mauu..tumpahinn pejuh bapak …di pantat kamuu…arrghh…”
“akkh…iyaa..pakkk tumpahinn ajaaa…..Dika relaa..akhh..akhh”
Deru nafas kedua anak manusia beda usia ini terdengar begitu keras di dalam gudang yang pengap itu. Tubuh keduanya telah bermandikan keringat yang semakin menambah erotis pemandangan didalam gudang sekolah itu. Setelah 15 menit Pak hector masih dengan ganas menggenjot pantat Dika sambil tangannya terus mengocok penis dan meremas dada Dika. Kemudian Pak Hector mengeluarkan penisnya dari anus Dika dan sejenak Dika merasakan kehampaan pada lubang anusnya. Dika melihat pak Hector mengambil salah satu bangku sekolah yang sudah tidak dipakai didalam gudang. Pak Hector yang telah duduk di kursi kemudian menyuruh Dika untuk mendekatinya dan duduk diatas pangkuannya. Seperti kerbau yang telah dicocok hidungnya, Dika pun segera menghampiri Pak Hector. Dika berjalan dalam kondisi penis mudanya yang telah mengacung tegak serta terus meneteskan precum, juga dengan kedua puting mungilnya yang mengacung tegak sebagai tanda Ia sudah sangat bernafsu.
Pak Hector mendudukan tumbuh ramping Dika pada pangkuannya dengan posisi berhadapan. Setelah berhasil menuntun penisnya masuk tepat di lubang anus Dika, Dengan penuh nafsu kemudian pak Hector kembali melumat dengan penuh nafsu bibir tipis brondong 15 tahun itu. Ciuman dahsyat dan erotis pun kembali terjadi.
“ini namanya posisi boy on top….kamu goyangkan tubuh kamu naik turun Dik…” kata pak Hector menjelaskan, sambil mulai menghentakan penisnya dari bawah.
“akhh…iyaa pakkk……” ucap Dika yang menuruti perintah dari guru homoseksnya. Dika menaik-turunkan tubuhnya sehingga secara otomatis penis pak Hector juga terkocok di dalam anusnya. Dika semakin di buat melayang karena sensasi rasa kocokan ketika jari-jemari pak Hector menggenggam penisnya yang secara otomatis terkocok karena Dika menggerakan tubuhnya naik-turun. Bahkan Dika makin binal dan merintih liar saat Pak Hector mulai menjilati kedua putingnya juga.
“akhhh….akhhhh…enakk pakkk…entotinn sayaa teruuss pakk..akhh..akhh..akhh”
“arggh…iyaa…bapakk akann ngentotiinn kamuu teruss…tiaapp harii..arggh…arrghhh”
“iyaa akkhh..akhh,,pakk,,,entotin…Dikaa..smpaaii bapakk puasss…akhhh”
“pastti argghh…arggg”
“pakk…pejuh sayaa..mau kluarr lg pakkk akhhhh….akhhhhh…..” 
“argghh,,,bapakkk jugaaa,,,argggghh”
Tubuh Pak Hector dan Dika menegang serta mengejang secara bersamaan. Penis hitam pak Hector yang tertanam pada anus Dika menyemburkan sperma yang begitu banyak, sampai sebagian sperma meleleh keluar. Begitu juga dengan Dika Penis mudanya kembali menumpahkan sperma untuk kedua kalinya yang membuat tubuh dan penisnya lemas. Ekspresi wajah keduanya menyiratkan sebuah kepuasan atas seks terlarang yang baru saja mereka lakukan. Di sisa tenaga yang ada pak Hector kembali melumati bibir Dika dan Dika pun meresponnya dengan nafsu.

Hari telah menjelang Sore. Keduanya pun menyudahi pertempuran seks yang dahsyat itu. tetapi itu merupakan awal dari petualangan seks Dika dengan Guru BPnya yang bernama Pak Hector. Setelah kejadian di gudang itu, petualang seks sejenis mereka berdua semakin liar dan binal. Sepulang sekolah pak Hector selalu menghampiri Dika dirumahnya untuk kembali mereguk kenikmatan seks dengan berbagai fantasi disaat orang tua Dika bekerja. Semetara Dika tetap saja menjalani hidup seperti biasanya dalam kehidupan remajanya. Disekolah pun Ia tetap menjalin hubungan cinta dengan pacar wanitanya. FIN.