Minggu, 05 Februari 2017

Keluarga Ku Tau Kalau Aku Gay

Mau curhat ah,

Mungkin bakal ada yang bilang norak, alay atau apapun nantinya, tapi inilah kisah aku..
Biasanya aku posting di blog tapi karena laptop hilang jadi aku tulis disini aja..


AKU OPEN STATUS GAY KEPADA KELUARGA DAN AKU SEDANG JATUH CINTA DENGAN SEORANG PRIA MUDA


Nama asli aku Nugi Nugraha, aku tidak akan menyebutkan umur ataupun pekerjaan ataupun tempat tinggal, mungkin sebagian diantara pembaca sudah tau aku.

Aku ketahuan gay oleh keluarga ku yang pertama adalah kakak pertama ku, dia perempuan. Dan terkahir sepupu ku juga jadi tau, dan tidak menutup kemungkinan semua orang di keluarga ku akan mengetahuinya.

Jujur saja saya senang, tapi skala nya hanya 6/10.
Karena aku tau dan sadar, pasti mereka akan kecewa kepada ku. Apalagi aku anak laki-laki satu-satunya diantara 4 bersaudara.
Kakak ku tau karena aku sendiri yang bilang langsung, kenapa ? Karena aku capek juga selalu memakai topeng dan pencitraan terus jika sedang pulang ke Rumah, apalagi semua saudari ku sudah menikah, aku anak ke 3, apalagi sering ditanya soal nikah. Haduh, meskipun pertanyaan mereka sambil tertawa, tapi itu jadi beban pikiran yang menjadi kalut dan sangat kalut aja. Itulah alasan aku buka status ke keluarga.

Kakak aku, mungkin dia shock, tapi Insyaallah dia menerima keadaan aku. Dia juga mengerti dengan dunia aku yang seperti ini, bersyukur banget sih. Tapi tetap saja dia tetap menyarankan agar tidak terus menerus berada di jalan seperti ini, meskipun ini pilihan hidup setiap orang, termasuk aku. Semuanya bisa kembali ke yang menciptakan, asal mau berubah saja.
 
Sedih sih.
Aku juga cerita tentang pekerjaan ku selama ini, ya, aku kadang buka pijat, panggilan, dll.

Cerita juga tentang hubungan aku sama anak SMA kelas X yang belum lama berjalan.
Pacar aku usianya masih 16 tahun. Dia anak rumahan banget, anak ke 2 dari 3 bersaudara.
Aku adalah cinta perasaannya. Yang gay ya pastinya, karena aku tau kalau mantan-mantan dia yang sebelumnya adalah perempuan. 

Kenapa begitu?

Oke, awalnya aku buka bigo live, dan dasar aku ya, setiap ada yang live pasti langsung di tap tap dan tap. Dia bilang thanks bang, aku pun follow dia, dan dia pun follow balik, karena aku yang meminta.
Keesokan harinya dia live lagi, dan lagi. Hingga akhirnya pada suatu waktu aku Dm dia minta PIN BBM nya. Ya udah sih ya ga ditunggu juga. Lagian aku DM minta PIN BBM bukan hanya ke dia, banyak banget ga kehitung.

Dan setelah sekian lama aku ga buka bigo, ternyata tring ada replay message di bigo. Katanya untuk apa bang, ya aku maklum aja ya kenapa jawaban nya seperti itu, anak normal Haha. Dan akhirnya dia memberikan PIN BBM nya. Langsung aku invite. Dan berlangsung chat di BBM.

Berlangsung sekitar 2 Minggu kita sering banget chat, tapi aku sama sekali tidak terpikir bahwa selama ini aku nge chat dia malah membuat dia merasa nyaman.
Padahal aku sering banget godain dia, minta foto kont#l dia lah, tapi dia sama sekali tidak menggubris kalau aku udah chat kearah sana. Ya udah lah ya, aku juga orangnya gak pernah pakai perasaan. Apalagi aku sendiri seorang pekerja yang seperti ini.
Dan akhirnya aku memutuskan untuk mencari tau tentang dia, siapa dia, kegiatan selain sekolah apa, keluarga dia, saling follow Instagram, aku add Facebook dia dengan Facebook asli aku juga, ke LINE juga video call. Dan kadang kalau dia pulang sekolah kita suka langsung ngobrol tentang pengalaman dia disekolah tadi, terakhir curhat tentang cewe yang dia sukai, tapi dia malu untuk ungkapkan nya, hadeuh.

Dan itu berlangsung beberapa Minggu, sampai2 intens banget, yang pasti diluar kegiatan penting dia, secara dia kan masih sekolah, jam 9 aja dia udah tidur. Dan terkahir aku minta nmer dia karena aku akan menelfon nya kalau kuota internet nya habis. Ternyata dia memakai aplikasi WhatsApp. Dan kita lebih sering chat di wa aja. Kalau di wa kan kelihatan juga tuh kapan terkahir dia online nya, emang betul sih kalau dia bilang mau tidur langsung "last seen......." Itu yang pertama aku suka dari dia, jujur alias tidak bohong.
Hingga akhirnya pada suatu sore dia call via LINE (udah biasa juga), dia curhat masalah hasil ulangan nya, dia bilang bagus banget. Aku pun berniat memberikan hadiah ke dia. Aku pun meminta alamat sekolahnya, karena aku akan mengirimkan nya via paket.

Jujur saja, aku sama orang sulit jika langsung suka ataupun cinta, uh berat deh.
Tapi entah darimana datangnya, rasa itu langsung ada.
Yang biasanya aku dikasih oleh orang lain, tapi kali ini malah terbalik. This's love. Yakin.

Dan kami jadian sejak tanggal 19 November 2016.
Sekarang sudah mau berjalan 3 bulan. Mudah-mudahan kami langgeng, karena yang aku lakukan ada berkomitmen meskipun disini belum legal untuk menikah, setidaknya aku bisa menunjukkan pada keluarga ku bahwa hubungan seperti ini juga tidak selalu negatif.


Bersambung.......!