Jumat, 27 Desember 2013

Cerita dan Pengalaman Gay 2014



Nama aku Dido, sekarang umurku 19 tahun.
Kelahiran Ibukota dan sekarang memilih tinggal di Kota Kembang
Ini cerita asli dari aku, admin ya..
Aku hanya mau berbagi tentang sepenggal kisah hidup ku di dunia pelangi ini.. Oh iya, ini blog aku yang ke 2, yang pertama blog umum aku menyebutnya.. Klik disini untuk membuka blog..

Setiap orang yang sama di dunia pelangi, pasti punya pengalaman dan alasan mengapa dia harus masuk ke dunia seperti ini. Dan sudah pasti berbeda pengalaman dan alasan..
Sepengatahuan aku, yang paling banyak adalah karena pergaulan, mungkin sekitar  70%.
Ada juga yang karena trauma 10%, dan selebihnya karena ekonomi..

Tapi sebelumnya mohon maaf ya bagi kalian semua, tidak ada maksud untuk memojokkan kok.
Tapi kalau yang aku alami, ternyata semua faktor memang menjadi alasan kenapa aku bisa masuk di dunia pelangi ini..
Pertama karena pergaulan.
Dari kecil, sejak SD aku memang kurang suka dengan semua jenis permainan yang biasa dilakukan oleh kaum pria, sepakbola mislaknya, ya meskipun aku bisa juga sepakbola.. Tapi dari dulu aku lebih suka gabng dengan kaum perempuan, karena aku pikir perempuan gak ada yang kasar.. Dan itu berlanjut sampai usia sekarang, aku lebih suka bergaul dengan kaum perempuan..
Dan semenjak lulus SMA, aku lebih sering betemu dan berteman dengan sesama kaum pelangi.. Dan orientasi sex pun menjadi lebih.lebih dan sangat BELOK.
Tapi meskipun aku sering bergaul dengan perempuan dan kadang ada yang ngondek lah istilahnya, tapi aku masih bisa menutupi. Aku masih terlihat seperti pria pada umumnya.. Bukan munafik atau apalah ya, hanya privasy aja, karena belum siap dan mungkin tidak akan pernah siap untuk membuka identitas ini.. Mungkin hanya ke orang” tertentu saja..
Karena trauma ?
Iya juga.. Waktu SMP, aku pernah di lecehkan juga sama seorang pria yang usianya sekitar 40 tahun.
Dan sekarang aku tudak munafik kalau aku menikmatinya saat ini, bukan saat itu, karena saat itu aku belum mengerti yang namanya sex..

Karena ekonomi
Aku akui, tekadang kalau kepeped alias lagi darurat, aku juga tidak munafik kalau sex aku buat uang juga. Tapi bersukur, bukan pekerjaan aku..
Entahlah, yang pasti dunia seperti ini tidak tau sampai kapan akan aku jalani..
Pengalaman kamu bagaimana ?